"Pebulutangkis berprestasi kalah tenar dengan Mahabharata."
HPS PERSONAL PORTAL - Erick
Thohir selaku pimpinan PT Intermedia Capital Tbk --induk usaha dari
stasiun televisi ANTV-- tidak ragu melontarkan kritik terhadap dunia
pertelevisian Tanah Air. Menurutnya, stasiun-stasiun televisi yang ada
saat ini belum memberikan dukungan yang berarti bagi industri olahraga
nasional.
Menurut Erick, dunia olahraga masih kalah tenar dengan acara hiburan. Bahkan, Erick menganggap dunia pertelevisian Indonesia terkesan kejam karena berhitung hanya berdasarkan rating. Akibatnya, acara hiburan yang mampu mendongkrak rating seperti serial Mahabharata lebih diutamakan dari tayangan olahraga.
Menurut Erick, dunia olahraga masih kalah tenar dengan acara hiburan. Bahkan, Erick menganggap dunia pertelevisian Indonesia terkesan kejam karena berhitung hanya berdasarkan rating. Akibatnya, acara hiburan yang mampu mendongkrak rating seperti serial Mahabharata lebih diutamakan dari tayangan olahraga.
"Televisi kita itu
kejam," kata Erick dalam diskusi bertajuk "Ayo Maju Olahraga Nasional"
yang digelar di Jakarta, Senin, 6 Oktober 2014.
"Atlet bulutangkis kita
yang punya prestasi kalah tenar dengan Mahabharata. Ini semua karena
televisi kita berhitung berdasarkan rating," sambung Erick.
Erick berharap ke depan,
televisi nasional bisa membantu kebangkitan olahraga Tanah Air. Tentu
saja dengan catatan tayangan olahraga juga harus bernilai jual agar
mampu bersaing dengan tayangan-tayangan lainnya.
Pada kesempatan yang
sama, Erick juga menambahkan bahwa peran pemerintah juga bukanlah yang
utama bagi peningkatan prestasi olahraga Indobesia. Sebaliknya, peran
masyarakat dan sektor swasta lebih dibutuhkan.
"Peran pemerintah tidak
besar, tapi bukan artinya tidak perlu. Yang punya peranan besar justru
swasta dan masyarakat," jelas Presiden Inter Milan itu. (one)
© VIVA.co.id

0 komentar:
Posting Komentar